Information & Technology

Everything is Possible

Food & Resto

Sup Mongolia yang Menyehatkan

KEMUNCULAN dip soup Mongolia dilatarbelakangi kisah yang cukup melegenda. Konon, sup ini adalah makanan favorit kaisar Mongolia, Jenghis Khan.

Dip soup menyimpan kisah sejarah yang cukup unik. Konon katanya, menu ini merupakan permintaan khusus Jenghis Khan, kaisar yang pernah membuat Mongolia berjaya dan bangkit sekitar 800 tahun silam. Alkisah, saat beristirahat di sebuah tenda usai memimpin pertempuran, sang kaisar ingin sekali menyantap olahan daging kambing.

Juru masak kerajaan lantas menyiapkan menu yang diinginkan kaisar. Hanya, sebelum masakan itu matang, tiba-tiba seorang utusan kerajaan datang dan menyampaikan kabar bahwa tentara musuh sudah mendekati perkemahan mereka. Koki kerajaan kemudian memikirkan cara agar masakannya cepat matang dan bisa disantap oleh Kaisar Jenghis Khan.

Daging kambing itu dipotong tipis-tipis,lalu dimasukkan ke dalam sup berkaldu yang sudah mendidih (dip soup). Berhubung irisan dagingnya tipis, sup dapat matang dalam waktu singkat, lantas disantap oleh kaisar bersama para pasukannya. Entah ada hubungannya atau tidak, usai makan dengan menu dip soup, pasukan Jenghis Khan berhasil memenangkan pertempuran.

Sang kaisar akhirnya mampu menguasai daratan China dan mendirikan Dinasti Yuan. Sejak itulah dip soup menjadi makanan favorit orang Mongolia. Seiring waktu, jenis makanan berkuah tersebut semakin mengalami penyempurnaan. Saat ini saja terdapat sekitar 100 macam tanaman herbal yang bisa diramu menjadi dip soup.

Meski dip soup ala Mongolia cukup populer, tidak banyak restoran di Indonesia yang menyajikan menu ini. Hal itu dikarenakan restoran yang menawarkan hidangan khas Mongolia terbilang sedikit. Di Surabaya, misalnya, dip soup hanya tersedia di restoran Mongolian Dip Soup yang terletak di Supermall Pakuwon Trade Center (SPTC).

Di tiap negara, dip soup atau –huo guo dalam bahasa Mongol? memiliki nama yang berbeda. Bila di Jepang disebut sabu, di Thailand dinamakan suki, maka di restoran Mongolian Dip Soup milik David Gunawan, sup ini dibagi dalam lima varian yang menyehatkan. Yaitu vegetarian soup, seafood soup, herbal soup, floral soup, dan spicy soup.

“Kelimanya memiliki khasiat masing-masing. Floral dan herbal soup tidak jauh berbeda, sama-sama berfungsi meningkatkan vitalitas tubuh. Bedanya hanya pada bunga krisan yang ada dalam menu floral soup,” kata David. David mengaku, mendirikan restoran Mongolia demi cintanya pada sang istri, Tina, yang berasal dari wilayah China utara.

Untuk mendapatkan cita rasa dip soup yang asli, David sengaja mendatangkan chef dari Mongolia yang bernama A Zhong. Bahan-bahan pembuat varian dip soup tidak sulit didapat di Surabaya. Hanya, dia harus mengimpor bumbu khusus yang cuma ada di Mongolia.

Namanya ziran, semacam vetsin yang terbuat atas tanaman sejenis rumput laut. Makanan khas Mongolia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masakan Jepang. Bumbu yang diperlukan hanya sedikit. Meski begitu, bahan dasarnya cukup banyak dan bervariasi, mulai udang windu, sum-sum sapi, otot sapi, ikan gindara, crab stick, tuna roll, hingga jamur.

Rasa dip soup akan semakin sempurna jika ditambah saus yang terbuat dari campuran irisan bawang putih, daun bawang, dan minyak wijen. Jika menginginkan rasa pedas, Anda bisa menambahkan irisan cabai ke dalam saus.

Untuk menu minuman, restoran Mongolian Dip Soup memiliki sajian jus buah dan dimix dengan sayur-sayuran seperti bayam, seledri, dan mentimun. “Kami ingin memberikan menu yang benar-benar menyehatkan supaya bisa dinikmati semua umur,” kata David, yang pernah menetap di Mongolia selama satu tahun. (sindo//nsa)

Gurih ala Hidangan Jerman

PENCINTA kuliner Jerman tentu sudah tak asing lagi dengan sosis bratwurst dan bir. Selain keju, keduanya menjadi ciri khas yang tidak terpisahkan dari setiap variasi hidangan Jerman.

Aneka masakan Jerman biasanya dapat dinikmati ketika berlangsung perayaan October Festival atau yang dikenal sebagai peringatan hari lahirnya negara Jerman. Layaknya perayaan 17 Agustusan di Indonesia, warga Jerman kerap menyambut momen peringatan penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur yang jatuh tiap 3 Oktober itu dengan penuh suka cita.

Kendati euphoria tak sesemarak di negara asalnya, setiap bulan Oktober berbagai acara promosi makanan Jerman juga acap kali digelar di sejumlah hotel di Jakarta. Seperti yang dilakukan Hotel Ibis Mangga Dua Jakarta yang menggelar promosi aneka hidangan Jerman pada 8-31 Oktober 2008. Restoran La Table Ibis yang berlokasi di lobby level hotel ini merupakan tempat di mana pengunjung dapat memesan enam menu pilihan khas Jerman yang disajikan ala carte (satuan) setiap makan siang dan makan malam.

Sebagai pembuka, tersedia pilihan salad dan sup. Untuk salad, german potato salad merupakan pilihan unik karena disajikan selagi hangat (warm salad), bukannya dalam kondisi dingin seperti salad pada umumnya. Salad tradisional Jerman ini terdiri atas campuran kentang, daging asap, sosis, telur, dan bayam yang ditumis.

Penggemar sup krim juga layak mencoba cita rasa beer cheese soup. Sesuai namanya, sup krim dan keju ini diberi sedikit campuran bir sehingga rasanya tak melulu gurih dan creamy melainkan ada selipan aroma serta rasa pahit khas minuman yang difermentasi. Kegemaran orang Jerman meminum bir rupanya juga bermanifestasi pada kreasi kulinernya. Jika ingin lebih kenyang, beer cheese soup dapat disantap bersama sepotong roti gandum.

Ragam olahan daging dan ikan yang menjadi menu utama juga tak kalah menggoda. Jerman memang identik dengan masakan yang berisikan daging. Apa pun daging yang digunakan akan diolah sebaik mungkin. Misalnya dengan metode escallope, yakni mengiris daging sapi hingga tipis (fillet), lalu digeprek. Sebut saja jagershcnitzel. Daging tenderloin yang dipotong tipis dan digoreng dengan tepung ini disajikan dengan saus tomat yang dimasak bersama paprika, jamur, dan sedikit dry wine.
Alhasil, rasa jagershcnitzel yang disajikan berlapis- lapis ini tidak kalah dengan steak Barat lainnya. Sebagai pelengkap adalah waldorf salad yang terdiri atas campuran buah dan sayuran.

Mewakili menu berbahan daging ayam, tersedia chicken rouladen yang merupakan daging ayam gulung isi smoked beef dan bayam. Menu ini disajikan dengan penyerta bratwurst dan saus krim. Selain sosis bratwurst yang lebih berserat, beberapa menu juga menggunakan sosis frankfurt yang umum dipakai untuk hotdog.

Selain ayam dan sapi, orang Jerman juga pandai mengolah hasil laut seperti ikan. Salah satu menu ikan yang dapat ditemui di restoran La Table adalah bavarian fish cake. Daging ikan kakap yang digoreng renyah ini disajikan dengan kentang goreng, saus mustard, dan mayones. Lengkapi juga acara bersantap dengan hidangan pamungkas berupa apple streusel, kue tradisional Jerman yang legit dengan cita rasa walnut dan apel.

Selain cita rasa yang lezat pada masing-masing menu, dalam ajang promosi masakan Jerman ini, Hotel Ibis juga menawarkan harga yang cukup murah, yakni berkisar antara Rp22.000-Rp52.000. Namun, perlu diketahui, masakan asing tak selamanya cocok dengan lidah lokal. Perlu penyesuaian yang baik terhadap rasa masakan agar dapat diterima dan diminati masyarakat.

“Kami juga mencoba berbagai fusion atas masakan Jerman ini supaya dapat mengikuti lidah orang Indonesia,” ujar Executive Chef La Table Raymond Susanto.

(sindo//tty)

Menu Internasional Rasa Lokal

CARA pengolahan, racikan bumbu, dan presentasi makanan dari tiap negara selalu berbeda. Itu sebabnya, semua negara di dunia bisa memiliki menu yang khas dan unik.

Melalui perpaduan antara masakan Barat dan Timur, maka muncullah menu dengan cita rasa baru. Salah satu tempat makan yang memiliki menu bercita rasa Barat dan Timur itu adalah Bentuman Steak, yang berlokasi di Jalan Taman Beringin, Semarang, Jawa Tengah. Restoran ini membanggakan perpaduan resep Barat dan Timur kreasi juru masaknya.

Kreasi itu dibuat demi merangkul warga Kota Semarang dan sekitarnya agar datang mencicipi semua menu di Bentuman. Perpaduan itu juga telah membuahkan rasa baru atau memperkaya dan melengkapi menu aslinya.

“Sebab konsep Bentuman Steak adalah mengusung menu internasional, tapi tetap disesuaikan dengan lidah orang Indonesia,” ungkap juru masak Bentuman Steak, Darmawan.
Dari puluhan menu yang tersaji, yang paling mampu menggoyang lidah kita, antara lain salmon pepper rice, yawaraka, mediteranian barbeque ribs, dan american grill. Petualang rasa pertama dimulai dari salmon pepper rice. Menu yang diyakini cocok dengan lidah orang Indonesia itu mengandung komposisi segarnya ikan salmon berpadu dengan gurihnya secuil mentega beku. Perlahan demi perlahan, mentega beku akan meleleh saat diletakkan di atas hot plate.

Cita rasanya cenderung gurih dengan lumuran aroma wangi yang fantastis. Mata akan langsung memberikan stimulus untuk menyantap kala mentega telah menyelimuti daging salmon. Cara menikmatinya, tangan harus bekerja untuk mengaduk hidangan agar rasa semakin “menendang” rongga mulut. Lidah akan kembali digoyang dengan akulturasi rasa dalam menu bernama yawaraka.

Tekstur lembut daging sirloin bercampur dengan merica hitam, yang digunakan untuk menguatkan rasa. Fusion rasa akan kembali dihadirkan dalam mediteranian barbeque ribs yang tak kalah nikmatnya. Salah satu bahan untuk me-marinated, yakni buah plum yang memiliki rasa masam sekaligus segar. Selera makan kita akan semakin bertambah begitu hidangan menyentuh ujung lidah. Setelah kesegaran rasa diperoleh, daging iga yang empuk bakal menyempurnakan rasa mediteranian barbeque ribs ini.

“Ada tambahan buah nanas untuk mengempukkan daging,” sebut Darmawan. Rasanya cukup fenomenal. Perpaduan antara segar dan gurih ditambah unsur nanas itulah yang membuat cita rasa menu ini cukup menyegarkan.

Menu ini semakin istimewa karena terdapat percikan rasa manis dari tambahan gula pasir yang diencerkan sehingga membentuk seperti karamel. Bukan hanya memanjakan lidah dan perut, suasana serta atmosfer Bentuman juga sangat nyaman. Dengan menonjolkan nuansa etnik Jawa, restoran ini menawarkan menu internasional dengan harga terjangkau. Acara bersantap semakin lengkap dengan suguhan lagu-lagu yang sedang hits. (sindo//nsa)

Advertisements
 
%d bloggers like this: