Information & Technology

Everything is Possible

LSI: Baru Kali Ini Kami Tidak Berani Nyatakan Pemenang

Posted by dennywigxs on November 5, 2008

ffslfk3kgjSURABAYA Selisih suara yang tipis antara pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) dengan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) membuat lembaga survei yang biasa melakukan penghitungan cepat (quick count) bersikap sangat hati-hati.

Dua lembaga survei yang sempat dipantau okezone rata-rata mengeluarkan pernyataan sangat hati-hati. Seperti misalnya Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Berdasarkan perhitungan Puskaptis yang ditutup pada pukul 14.25 WIB tadi, hasilnya Kaji unggul dengan persentase jumlah suara sebesar 50,83 persen. Sedangkan pasangan Karsa memperoleh suara sekira 49,17 persen.

Hasil ini diambil dari 400 TPS di seluruh Jatim. Namun pada saat ditutup pada pukul 14.25 WIB belum semua data TPS masuk ke server Puskaptis. Data yang masuk baru sekira 98-99 persen dari TPS sampel. Namun jumlah ini dianggap sudah cukup mewakili.

“Untuk sementara, hasil Puskaptis, Kaji lebih unggul dibanding Karsa. Selisih suaranya sangat tipis sekali. Kita tidak menyatakan Kaji menang. Kita hanya menyatakan Kaji unggul dalam quick count. Karena yang berhak menyatakan menang adalah KPU,” kata Husin Yazid kepada wartawan di Hotel Ina Simpang Surabaya, Selasa (4/11/2008).

Husin sangat berhati-hati dalam mengumumkan hasil quick count. Karena selisih yang tipis bisa menjadi menimbulkan konflik yang besar. Apalag hasil quick count Puskaptis mematok sample error +/-1 persen. Artinya hasil ini bisa salah pada kisaran satu persen.

Begitu juga dengan Lingkaran Survei Indonesia. Berdasarkan hasil quick count LSI Kaji unggul dengan perolehan suara sebesar 50, 76 persen, sedangkan pasangan Karsa mendapat suara sebanyak 49, 24 persen.

Hasil ini diperoleh dari 400 sampel TPS di seluruh Jatim. Namun belum semua suara masuk dalam perhitungan quick count LSI tapi sekitar 99,75 persen data yang masuk.

“Baru kali ini kami tidak berani menyatakan siapa yang menang dalam pilgub Jatim saat ini. Ini karena selisih suara para cagub di bawah dua persen,” ujar Direktur Riset LSI Eka Kusmayadi saat konferensi pers di Hotel JW Marriot Surabaya.

Alasannya sama, selisih suara di bawah dua persen menjadikan LSI tidak berani mengklaim siapa yang menang. Karena sample error yang dipatok LSI sebesar +/-1.

“Dengan satu persen ini bisa jadi suara Kaji berkurang sedangkan suara Karsa bertambah. Ini tentu saja hasilnya akan sangat beda,” ujar Kusmayadi.(fit)

Advertisements

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d bloggers like this: