Information & Technology

Everything is Possible

Lima Cara Tiru Eksekutif Hollywood

Posted by dennywigxs on October 30, 2008

Siapa yang tak kenal Hollywood? Ranah perfilman paling bergengsi di jagat ini. Film-film yang diproduksinya selalu menjadi hit baik di negara asalnya sendiri, Amerika, ataupun di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. Dulu, bioskop-bioskop besar selalu memampangkan poster-poster film Hollywood sebagai daya tarik utama mereka. Apa daya, saat itu memang perfilman Indonesia sedang mati suri dan tak mampu menyaingi pamor film Hollywood.

Namun seiring waktu berjalan, perfilman Indonesia kembali menemukan tajinya. Berawal dari kesuksesan film remaja ADA APA DENGAN CINTA yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra. Film itu tidak hanya mengangkat popularitas mereka dan para pemain lainnya seperti Adinia Wirasti dan Sissy Priscillia namun juga membangunkan raksasa perfilman Indonesia yang telah lama tertidur. Film-film bermunculan hingga akhirnya bioskop lebih suka memasang poster-poster film Indonesia sejajar dengan film Hollywood yang mulai kalah pamor dengan produk negeri sendiri.

Industri film yang demikian maraknya mau tak mau membutuhkan wajah-wajah yang patut dijual sebagai daya tarik mereka. Wajah-wajah lama yang jadi jaminan mutu memang tetap akan dipakai. Namun rasa jemu penikmat film tidak dapat dihilangkan begitu saja hanya dengan berganti-ganti peran. Karena itu, dicarilah bibit-bibit baru dengan wajah sekaligus akting yang fresh.

Di Hollywood sendiri, ada sebuah buku yang dikenal dengan judul PEDOMAN PERTOLONGAN HOLLYWOOD. Dalam buku ini ditunjukkan cara-cara mudah, cepat, menarik, dan cukup informatif untuk masuk ke dalam industri hiburan tersebut, apalagi jika memang ingin menjadikannya ladang uang. Dengan menyaring dan mengambil yang baik serta membuang yang buruk, ini dia lima cara untuk meniru cara mudah para eksekutif Hollywood meraih kesuksesan. Kita dapat menirunya untuk masuk ke dunia hiburan Indonesia, cukup pintar bukan?

1. Aturan 10-20-10. Satu tahapan populer untuk masuk ke dalam industri film adalah ‘membaca naskah,’ di mana Anda diminta membaca tumpukan naskah yang diterima oleh para produser dan memutuskan apakah naskah itu cukup pantas untuk mereka baca. Membaca tumpukan naskah seperti itu pasti memakan waktu lama dan bisa membuat Anda menjadi gila. Inilah caranya. Baca saja 10 halaman pertama, lewatkan 20 halaman berikutnya, dan baca 10 halaman terakhirnya. Ide yang sangat cerdas.

2. Tulis surat terima kasih. Setelah Anda selesai diwawancara, dan khususnya saat seseorang membantu Anda, maka tulislah surat terima kasih. Jangan memakai e-mail, surat ini harus Anda tulis dengan tangan.

3. Anda tidak sedang menyembuhkan penyakit kronis, kanker misalnya. Jika mimpi buruk pekerjaan akhirnya mendatangi Anda, ingatlah bahwa Anda tidak sedang menangani pasien kanker.

4. Jika Anda diharapkan terlalu banyak oleh bos Anda, bantuan akan Anda dapatkan dari teman-teman Anda. Katakan pada mereka bahwa atasan Anda itu adalah seorang tamu dan alihkan tanggung jawab padanya.

5. Kekacauan yang Anda sengaja. Benar, kacaukan sesuatu. Jangan sesuatu yang amat besar dan menyebabkan bencana. Kenapa? Agar Anda bisa maju. Jika Anda ingin menjadi orang yang tidak akan terlupakan atau tidak terlalu bergantung pada orang maka jangan menjadi orang yang sangat bergantung pada atasan Anda karena Anda akan tergantung di situ selamanya. Atasan Anda akan menyuruh Anda mengerjakan sesuatu yang lebih besar dan lebih berat lagi sehingga mereka bisa menggantikan Anda.

Tapi semua ada di tangan Anda, Anda bisa mengikuti beberapa ide di atas, boleh juga tidak. Tapi ide-ide dari buku Pedoman Pertolongan Hollywood tersebut paling tidak cukup pantas untuk dibaca dan dipikirkan sebagai ‘bantuan’ saat Anda sangat berhasrat masuk ke dunia entertainment Indonesia. (kapanlagi.com/npy)

Advertisements

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d bloggers like this: