Information & Technology

Everything is Possible

Various Artists: ‘OST. LASKAR PELANGI’, Begitu Banyak Warna

Posted by dennywigxs on October 27, 2008

Gado-gado, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan album yang berisi sembilan lagu yang menjadi sound track film LASKAR PELANGI ini. Bagaimana tidak, Anda bisa menemukan banyak musisi dengan banyak genre musik yang mencoba ‘menerjemahkan’ alur cerita film ini menjadi deretan nada dan kata dalam lagu mereka.

Nidji kebagian membuka album ini dengan track Laskar Pelangi yang pasti sudah tak asing lagi di telinga lantaran saking seringnya diputar di banyak media. Nidji mencoba memasukkan unsur etnik dengan memasukkan bunyi mandolin yang kadang mencuri-curi masuk di antara bunyi instrumen lain.

Sherina menyusul di track kedua dengan lagu Ku Bahagia. Bisa jadi lagu ini adalah lagu yang paling bagus dari sisi aransemen. Lagu ini terdengar ‘rapat’ dengan latar string arrangement yang mengawal vokal Sherina hampir sepanjang lagu berdurasi kurang dari lima menit ini. Lagu ini menerjemahkan film LASKAR PELANGI sebagai suatu kesederhanaan yang diwujudkan dalam lirik yang lugas tanpa ada metafora.

Di urutan keenam ada lagu yang cukup unik. Lagu berirama waltz ini punya paduan melodi yang unik di antara lagu-lagu yang lain. Sayangnya kesan yang tertangkap malah Coldplay. Entah karena kebetulan atau memang disengaja namun yang jelas saya seolah mendengar suara Chris Martin di sini. Terlepas dari itu, lagu ini lumayan sulit dibawakan karena punya range nada yang cukup berjauhan. Yang membuat lagu ini jadi beda dengan lagu-lagu lain mungkin adalah bahasa penuh metafora yang digunakan dalam liriknya.

Secara garis besar, album ini hanya memiliki keterkaitan hanya pada tema lirik saja. Dari sisi musik saya tak melihat adanya kaitan yang cukup kuat untuk membuat album ini jadi terasa sebagai satu album. Nuansa yang dibentuk tiap lagu terasa berbeda. Kesan ini jadi makin terasa saat Anda belum melihat filmnya. Dengan kata lain album ini tak bisa dipisahkan dari filmnya. Anda tak bisa menikmati album ini sebagai satu album yang terlepas dari filmnya.

Itulah kenapa saya menyebutnya gado-gado. Begitu banyak warna dalam album ini. Atau mungkin karena album ini adalah sound track dari film berjudul LASKAR PELANGI, pelangi dengan banyak warna. Terlepas dari itu album ini punya sisi menarik lantaran menjadi sebuah escape dari kemonotonan tema yang melanda dunia musik Indonesia. (kpl/roc)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: